Khidmah NU : Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Bangsa
Oleh : Imam Cahyadi
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia yang dipercayai oleh bangsa Indonesia ini, karena banyak berkontribusi dalam menjaga ukhuwah Islamiah wal wathoniyyah .
Sejak berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926-2021 sekarang, masih menjadi perhatian banyak orang karena diketahui sistem dakwahnya yang ramah hingga banyak yang simpati . Hal demikian manjadi acuan sebagaimana dakwahnya para sunan atau familiar kita ketahui 'walisongo' yaitu dengan mengutamakan ilmu dan adab. Hal ini pula sesuai dengan anjuran dakwah berdasarkan firman Allah SWT QS. an-Nahl ayat 125:
"Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Baca juga :
Di usia yang ke-95 tahun, harakah NU tidak hanya menyebarkan agama islam saja melainkan dari Pelbagai sisi ekonomi, sosial, serta budaya masyarakat . Apalagi melirik daripada ekonomi masyarakat saat ini dapat dibilang harus diperhatikan. Karena dampak Covid-19 yang dialami masyarakat, penghasilan dari usahanya semakin menurun. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi NU dalam menanggapi situasi demikian.
Dibalik situasi pandemi Covid-19 ini bagi para pecinta kutubutturast merupakan suatu keni'matan karena banyak ulama NU diantaranya seperti: Gus Baha dan kiyai Marzuki Mustamar yang mengekspos pengajiannya di media sosial baik di YouTube, Facebook, dan lainnya sehingga khalayak umum pun dapat mendengarkan pengajiannya secara online. Ini demi kemaslahatan umat dan tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan.
Lihat juga :
- Akibat Kurang Ngopi! | Cerpen Penuh Makna
- NU Sebagai Benteng Diri Menjawab Tantangan Zaman
- Memahami Aswaja Sebagai Dasar Kader NU dan Warga Negara Yang Bertaqwa
Peran penting NU yang diprakarsai oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadi garda terdepan untuk bangsa Indonesia adalah agar selalu mengedepankan sikap toleransi terhadap suatu umat, menjawab problematika umat dengan penuh keilmuan serta tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah digagas oleh para Ulama dan Umaro. Sebagaimana tema yang diusung oleh PBNU dalam merayakan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU), "Khidmah NU: menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan".
***
kutubutturast : Kitab-kitab kuning yang dipelajari di pesantren salafiyah
---------------------------------------------------------------------------------
*** Imam Cahyadi merupakan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sulthan Maulana Hasanuddin Banten. Giat aktif dalam organisasi Kampung Madani Cilegon, Ikatan Mahasiswa Cilegon, Kader GP Ansor Cilegon.
---------------------------------------------------------------------------------
Note : Bagi saudara-saudari yang ingin tulisannya dipublikasikan pada "Pojok Pelajar Lampung", bisa dikirim ke redaksi di pecandusastra96@gmail.com . Dengan syarat warta; memenuhi komponen 5 w + 1 h. Untuk Opini, Essai, Puisi, Cerpen, dan lainnya syarat utama harus karya orisinil (bukan plagiat).

Luar biasa
ReplyDeleteMantaap
ReplyDeleteTerus berproses, bergerak terus bergerak kader GP Ansor.
ReplyDeleteMantap lanjutkan perjuangan Gus💪
ReplyDeleteLanjutkan💪💪
ReplyDeleteLuar biasa Gus Imam Cahyadi👍
ReplyDeleteTeruslah berjuang untuk meciptakan pemuda dan pemudi yang bisa membanggakan bangsa 💪
ReplyDeleteSemanngatt
ReplyDeleteAlhamdulillah .. teruslah berkreasi ..
ReplyDeleteDan semoga bisa menjadi motivasi pemuda dan pemudi lainnya :)
Hai
DeleteLanjutkan...
ReplyDeleteTetap Semangat����
Semangat terus imam Cahyadi jadilah penerus bangsa yang selalu berpegang teguh pada syariat Islam dan memotivasi para pemuda pemudi 👍👍🤍
ReplyDeleteBismillah semangat terus imam cahyadi 👍👍
ReplyDeleteSing penting komen
ReplyDeleteSemangat💪
ReplyDeleteSemangat imam 😇💪
ReplyDeleteDaebak ����
ReplyDeleteGood luck boys
ReplyDeleteSemangaat terusss semoga Allah meridhoi mu kawan
ReplyDeleteMasya allah, lanjutkan cerpen² tentang NU nya.
ReplyDeleteMasya Allah mantapsss Gus
ReplyDeleteSemangatt
ReplyDeleteSemangat
ReplyDeleteKereeennnn
ReplyDeleteMasya allah ,,,, semangat mam💪
ReplyDeleteWarbiazaaa,semangat gaisss 👍🏻
ReplyDeleteWarbiazaaa smngt gais����
ReplyDeleteSemangatttt didiii ✊
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMensyiarkan agama bisa dilakukan dengan cara apapun,menyesuaikan zaman namun tidak mengagungkan zaman. Salah satu metodenya yakni dengan sebuah tulisan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Karyamu sejarahmu
ReplyDeleteSemangat mam, insyaallah berkah 🙏🏻
ReplyDeleteWahhh.. Masyaallah sangat bermanfaat .. Berkah selalu ilmunya kyai ��
ReplyDeleteNice info, bravo gus imam
ReplyDeleteKeren tulisannya
ReplyDeleteSemangat berkarya
ReplyDeleteMutiara hikmah
ReplyDeleteLuar biasaa mantappp
ReplyDeleteSemangat pemuda imam
ReplyDeleteSemangat
ReplyDelete